Beberapa Jenis Denda (Dam) Saat Ibadah Haji

Haji dan umroh termasuk ibadah yang tidak hanya membutuhkan kekuatan iman. Ibadah tersebut sering dikaitkan dengan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Berbeda dari kegiataan keagamaan lain yang bisa dilakukan dimanapun. Ibadah haji wajib dilakukan di Mekkah dan Masjidil Haram. Bahkan haji harus dilaksanakan sesuai tuntunan yang sudah digariskan. Sejak awal kaum muslim yang ingin menunaikan haji wajib memastikan diri memenuhi 5 syarat yang diberikan.

Pertama, beragama islam. Kedua, sudah baligh. Usia baligh ditentukan berdasarkan kemampuan mereka dalam membedakan antara yang haq dan batil. Ketiga, merdeka. Maksunya ialah mereka yang ingin menjalankan ibadah haji bukan seorang budak. Keempat, sehat secara jasmani rohani. Kelima, mampu secara fisik sekaligus ilmu. Ketika sudah memastikan diri memenuhi syarat yang ditentukan. Anda perlu menjaga diri untuk tetap menjalankan setiap rukun haji secara tertib atau berurutan.

Ketika terjadi salah satu yang tertinggal tentu akan membuat ibadah haji tidak sah. Jika seperti ini berati Anda diwajibkan mengulanginya dari awal. Bagian yang juga perlu diperhatikan ialah tentang aturan yang tidak boleh dilanggar. Ada beberapa poin penting yang mesti dijaga selama menunaikan ibadah haji. Apabila Anda melanggar terdapat denda (dam) yang nantinya harus dibayarkan. Jadi, sudah menjadi keharusakan untuk tetap menjaga kekhusu’an ibadah tanpa melakukan satu kesalahan.

Denda Haji dan Berbagai Pelanggarannya

Salah satu ulama besar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dam haji terbagi menjadi 4 bagian. Dimana setiap bagian mempunyai jenis pelanggaran yang berbeda-beda. Keterangan lebih luas bisa Anda akses lewat hasana.id. sedangkan berikut penjelasan secara singkat:

  1. Tartib dan Taqdir

Denda pertama ini harus dilakukan dengan menyembelih satu ekor kambing. Ketika Anda tidak menemukan kambing atau tidak mampu karena biaya. Bisa juga digantikan dengan puasa 10 hari. Ketentuan yang berlaku 3 hari harus dijalankan bersamaan ibadah haji. Sedangkan 7 hari sisanya dikerjakan di tempat asal. Dam tersebut berlaku untuk jamaah haji tidak melakukan haji tamattu’, haji qiran, dan melupakan ihrom.

  1. Tartib dan Ta’dil

Selanjutnya untuk jama’ah haji yang melakukan hubungan suami istri sebelum rangkaia haji terselesaikan. Denda yang harus dibayarkan berupa menyembeli seekor unta. Jika tidak ada bisa digantikan dengan sapi. Ketika Anda tidak mampu maka sembelih 7 ekor kambing. Apabila dirasa tak sanggup bisa diganti dengan memberikan makan kepada fakir miskin setara dengan harga unta. Jika tidak mampu lagi Anda bisa berpuasa sebanyak hitungan mud.

  1. Takhyir dan Ta’dil

Denda diatas diperuntukan untuk jamaah yang melakukan pemburuan ataupun merusak tanaman di Tanah Haram. Anda bisa memilih dari 3 dam yang diberikan. Pertama, menyembelih hewan sesuai harga buruan. Kedua, puasa. Ketiga, memberi makan orang miskin.

  1. Takhyir dan Taqdir

Jamaah yang mencukur rambut sebelum waktunya tahallul. Dendanya bisa memilih seperti jenis denda ketiga.