Do’a untuk Orang yang Berangkat Haji

Ibadah haji dilaksanakan di Tanah Suci yang geografisnya cukup jauh dari Tanah Air. Untuk itu, sebelum menunaikan haji, diperlukan persiapan yang matang dari segi apapun. Biasanya sebelum keberangkatan haji, sanak keluarga akan berkumpul untuk melepas kepergian calon jama’ah untuk menunaikan ibadah haji.

Sebagai salah satu tamu yang mengantar kepergian jama’ah ada baiknya kita mengucapkan salam perpisahan dan melantunkan do’a-do’a kepada calon jama’ah Haji Plus. Bisa kamu bingung do’a apa yang harus dipanjatkan, berikut ini adalah do’a untuk orang yang berangkat haji.

Do’a untuk Orang yang Berangkat Haji

Apabila ada sanak keluarga hendak menunaikan ibadah haji, kita yang ditinggalkan dianjurkan untuk mendo’akannya. Agama Islam mengajarkan do’a untuk setiap hal sehingga senantiasa mengingat dan memohon kepada Allah SWT.

Mendo’akan orang yang hendak menunaikan haji menjadi wujud untuk meningkatkan ukhuwah dan cinta sesama manusia. Nah, jika kamu hendak melepas kepergian jama’ah haji, dianjurkan membacakan do’a berikut ini.

1. Do’a dari orang yang hendak menunaikan haji kepada orang yang ditinggalkan

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

“Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uh”

Artinya adalah “Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

Dalilnya adalah,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ »

Arti hadits tersebut adalah: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Do’a dari orang yang ditinggalkan kepada orang yang hendak menunaikan ibadah haji

  1. Do’a untuk seorang calon jama’ah haji laki-laki

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik”

Artinya adalah “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah”.

  1. Do’a untuk seorang calon jama’ah haji perempuan

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكِ وَأَمَانَتَكِ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكِ

 

“Astaudi’ullooha diinaki wa amaanataki wa khowaatiima ‘amalik”

Artinya: Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatan terakhirmu kepada Allah.

  1. Do’a untuk rombongan haji (banyak orang)

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكُمْ وَأَمَانَتَكُمْ وَخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُمْ

 

“Astaudi’ullooha diinakum wa amaanatakum wa khowaatiima ‘amalikum”

Artinya: Aku menitipkan agama kalian, amanah kalian dan perbuatan terakhir kalian kepada Allah.

Dalilnya adalah,

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا ادْنُ مِنِّى أُوَدِّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوَدِّعُنَا.فَيَقُولُ « أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ »

Yang artinya adalah: Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Atau bisa juga membaca do’a pada orang yang pergi berhaji,

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ  وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta”

Artinya adalah: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).”

Dalilnya adalah,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِى. قَالَ « زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ». قَالَ زِدْنِى بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى. قَالَ « وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ »

Artinya adalah: Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).”  (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Sedangkan berikut ini adalah do’a dari orang yang ditinggalkan kepada orang yang hendak menunaikan ibadah haji yang bersumber dari hadits riwayat Ad Darimi dan Ibnu Sunni.

أَيْنَمَا كُنْتَ فِى حِفْظِ اللَّهِ وَفِى كَنَفِهِ ، زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ، وَغَفَرَ لَكَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ

“Fi hifdzillaahi wa fii kanafih. Wa zawwadakalloohut taqwa wa ghofaro laka dzambaka wa wajjahaka lil khoiri ainamaa kunta”

Artinya: “Semoga engkau selalu dalam penjagaan Allah dan perlindungan-Nya. Semoga Allah memberikan bekal ketaqwaan kepadamu dan mengampuni dosamu, dan semoga Allah memberikan kebaikan di manapun kamu berada.”

Nah itulah informasi terkait do’a dari orang yang hendak menunaikan haji kepada orang yang ditinggalkan dan do’a untuk orang yang berangkat haji.